Bang BenZ Poenya Blog

Catatan hidup antara Semarang - Jogja (Ngomongin tentang komputer, kuliner, personal interest, & apa aja yang tiba-tiba nongol di pikiran)

Blogger Template by Blogcrowds

Selamat Datang ! Senang berkenalan dengan Anda . Nantikan tulisan-tulisan terbaru dari Saya berikutnya.

Nikmat dan Cobaan

Kamis, 01 Oktober 2009
Sore ini (28/9/2009) di Facebook ada status yang menarik dari seorang teman. Kira-kira bunyinya "pertanyaan wajib dijawab selama libur lebaran : kapan nyanding (nikah)?", kalau yang jawab Ringgo Agus Rahman sih saya tau jawabnya "May. Maybe yes, maybe no. :) Di bawah status tersebut berjejer comment dari teman-teman yang lain diantaranya "Santai wae tangan belum lecet", "Wah podho, Mas", dsb. Sementara sang empunya status sendiri berkomentar "Nganti bosen aku njawab".

saya jadi teringat ceramah salah seorang pengkultum saat sholat tarawih pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan yang baru saja meninggalkan kita semua. Beliau menyampaikan materi kultum yang berhubungan dengan nikmat dan cobaan dari Allah. Disini saya mencoba untuk mengintepretasikan materi kultum tersebut.

Para pembaca sekalian berhubung ini ada sangkut pautnya dengan agama maka bila saya ada kesalahan mohon diluruskan, bila ada kekurangan mohon dilengkapi dan apabila ada yang berlebih mohon disisihkan supaya pas, bila saya punya salah dengan saudara-saudara sekalian mohon maaf lahir dan batin mumpung masih bulan Syawal. Hehehe...


NIKMAT YANG MENJADI BEBAN
Terus terang saya tidak tahu isi hati teman saya yang menerima pertanyaan yang paling sering diajukan saat lebaran tersebut, apakah menjadi tambahan beban dalam hidupnya atau justru "take it easy" aja seperti kata salah seorang teman KKN saya. Tapi saya tahu jelas umur teman saya tersebut dan effort-nya untuk mendapatkan sandingan. (^_^)V peace...!

Saya yakin Anda semua pernah mendengar statement "Allah tidak pernah memberikan cobaan yang tidak mungkin bisa ditanggung oleh umatnya". Itu artinya Allah sudah tahu dosis yang tepat untuk kita semua. Begitu juga dalam memberikan nikmat, Allah tahu dosis yang tepat untuk kita semua. Bisa saja kita telah melakukan berbagai macam ikhtiar dan tidak putus-putusnya berdoa kepada Allah agar kita mendapatkan nikmat yang diidam-idamkan. Tapi ternyata menurut Allah kesiapan kita untuk menerima nikmat-Nya masih kurang, maka Allah akan menunda untuk memberikan nikmat-Nya kepada kita sampai kita benar-benar siap untuk menerima. Karena apa? Karena nikmat tersebut bisa jadi akan menjadi beban cobaan yang tidak bisa kita tanggung dosisnya.

Contoh sederhana saja, ada sepasang suami istri yang sudah menikah bertahun-tahun secara materi sangat berkelimpahan. Seperti kita tahu anak adalah anugerah yang sangat dinanti-nanti bagi mereka yang telah menikah. Namun mereka tak kunjung diberi momongan, padahal segala macam upaya dan doa telah dilakukan. Selidik punya selidik Allah Maha Tahu, sekalipun mereka punya materi berlebih, keinginan punya anak juga sudah sangat kuat, segala macam usaha sudah diupayakan namun Allah menilai mereka belum siap untuk dapat mendidik supaya anaknya kelak menjadi anak yang sholeh & sholehah. Apa jadinya jika saat itu juga Allah memberinya anak, bisa jadi kelak anak itu akan menjadi anak yang bengal, suka membantah orang tua, suka berbuat kerusakan dan pada akhirnya akan menjadi anak yang menjerumuskan kedua orang tuanya ke neraka.

Untuk kasus teman saya tersebut, bisa jadi jauh di dalam lubuk hati dan pikirannya dia masih merasa terbebani apabila ada sandingan yang masuk ke dalam hidupnya sekalipun alam sadarnya sangat menginginkan untuk segera mendapat sandingan. Oleh karena itu Allah masih menahan wanita yang menjadi sandingannya sampai dia benar-benar siap dan tidak lagi merasa terbebani dengan kehadiran sandingan dalam hidupnya. Saya hanya bisa mendoakan saja supaya jangan menyerah dan teruslah berusaha.

COBAAN DALAM BENTUK KENIKMATAN
Dalam mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen yang saya dapatkan di bangku kuliah, untuk meningkatkan kinerja bisa digunakan dua cara yaitu dengan memberikan punishment apabila target tidak tercapai atau memberikan reward bila mencapai target. Sekalipun kedua cara itu sangat bertolak belakang namun kedua cara tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu supaya kinerja meningkat dan tujuan tercapai.

Kaitannya dengan cobaan dan nikmat Allah yaitu, untuk meningkatkan keimanan kita terkadang Allah bukannya memberi cobaan tapi justru kenikmatan. Sudah jamak kalau seseorang dalam kesusahan (cobaan) ia akan teringat kepada sang Penciptanya, tapi apabila seseorang diberi kenikmatan yang melimpah oleh Allah kebanyakan dari mereka justru terlena dan melupakan Tuhannya

Saya berikan contoh saja. Si A adalah seseorang yang berasal dari keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan, meskipun begitu ia adalah seorang yang rajin, ulet, pantang menyerah dan rajin beribadah. Melihat ikhtiar dan doanya yang begitu kuat untuk mengubah taraf kehidupannya maka Allah memberikannya sebuah momentum untuk mengubah kehidupannya dimana Si A dapat mendirikan sebuah usaha. Berkat kerja kerasnya dan doanya yang terus menerus usaha tersebut semakin berkembang dan harta Si A semakin bertambah banyak. Sudah menjadi naluri dasar manusia apabila satu keinginannya tercapai maka ia akan menginginkan sesuatu yang lebih lagi. Dari sebelumnya yang hanya bekerja sampai menjelang Maghrib kini Si A bekerja hingga larut malam demi menambah kekayaannya. Sehingga ia yang sebelumnya selalu bangun disaat Subuh kini bangun agak siang dan meninggalkan sholat Subuhnya.

Sholat Subuh pun mulai ia tinggalkan dan lama kelamaan sholat-sholat yang lain pun ia tinggalkan juga. Akan tetapi semakin ia meninggalkan sholat justru taraf kehidupannya semakin meningkat hartanya semakin melimpah. Nah pembaca sekalian inilah bentuk cobaan dalam wujud kenikmatan, inilah momentum yang menentukan apakah Si A akan makin jaya atau malah menekan tombol hitungan mundur menuju kehancurannya.

Apabila ia menyadari bahwa semua harta itu berasal dari Allah dan ia kembali mengingat Allah, melaksanakan sholat-sholat yang selama ini telah ditinggalkannya maka Allah akan menjaga harta itu untuknya dan bahkan menambahkannya lagi. Dan itu berarti ia lulus dari cobaan. Namun apabila konsepsinya menjadi terbalik bahwa semakin Allah ditinggalkan dan dilupakan maka hartanya akan bertambah banyak bisa dipastikan ia tinggal menunggu saat kehancurannya saja, ia gagal lulus dari cobaan.

KESIMPULANNYA
Allah bekerja memberikan kita nikmat dan cobaan dengan cara-Nya yang serba Maha sehingga terkadang tidak dapat kita pikirkan dengan akal budi kita yang sangat terbatas ini. Suatu cobaan bisa berarti sebuah nikmat dan begitu juga sebaliknya, namun satu hal yang perlu kita pegang, baik itu berada dalam kondisi cobaan maupun kondisi nikmat tetaplah mengingat Allah.

Bagi Anda sekalian yang memiliki keinginan dan sudah bekerja keras serta rajin berdoa untuk memperoleh apa yang Anda inginkan namun tak kunjung tercapai, janganlah Anda menyalahkan Allah karena Allah itu Maha Memberi, Maha Penyayang dan Maha Tahu. Karena sesungguhnya Allah sedang menyelamatkan Anda dari cobaan yang tidak akan kuat Anda tanggung karena ketidaksiapan Anda untuk menerima nikmat-Nya. Tetaplah ingat kepada Allah serta siapkan diri Anda lebih baik lagi untuk menerima nikmat-Nya.

Filosofi Pemulung VS Tukang Sampah

Kamis, 04 Juni 2009
Mulanya hanya berawal dari sekedar mengomentari status di wall Facebook seorang teman (yang nampaknya adalah sebuah curhat terselubung tentang kesendiriannya), namun kegiatan saling mengomentari di Facebook tersebut akhirnya malah berubah menjadi sesi curhat yang membuahkan sebuah filosofi baru bagi saya.

Dari mulanya saya yang mengomentari tentang kesendiriannya malah berbalik jadi dia yang mengomentari & menanyai kesendirian saya, jawabannya saya ringan saja "Belum ada yang cocok di hati". Dan teman saya tersebut menanggapi kembali dengan mengatakan "Ah sok milih kamu, Ben. Hehe...". Saya jawab kembali dengan "Wah klo tu mah hukumnya wajib harus kudu, Nad. Pemulung aj klo mulung g smua sampah diambil, masa' kita cari pasangan asal2an aj g pke pilih2..." Dan nampaknya "filosofi pemulung VS tukang sampah" yang saya tandingkan dengan dengan urusan mencari pasangan tersebut cukup mengena.

THE INSPIRATION
"Filosofi pemulung VS tukang sampah" dalam kaitannya dengan mencari pasangan tersebut sebenarnya terinspirasi dari sebuah kejadian saat saya bersama rekan-rekan saya sedang menuju sebuah warung makan. Tidak sengaja kami melihat mantan pacar salah satu rekan saya (untuk kesekian kalinya) menggaet cowok baru lagi. Kesan yang saya tangkap saat melihat cowok tersebut adalah cewek mantan pacar rekan saya itu asal gaet cowok saja (yang ternyata pernyataan saya ini diamini oleh seluruh rekan-rekan saya). Spontan saya berkomentar,

"Mantanmu ki piye tho? Golek cowok koq sing koyo ngono, ora ono liyane po? Mbok golek cowok ki sing luwih apik timbang kowe. Jangan-jangan mung gresek** kuwi*."

Dan disambut dengan "Hahaha..." dari seluruh rekan-rekan saya, tawa yang menandakan bahwa mereka setuju dengan pernyataan saya. Karena teringat perisitiwa itulah maka tercipta "Filosofi pemulung VS tukang sampah". Nah, mari kita ikuti penjabaran lengkapnya.

MENGAPA PEMULUNG?
Mungkin terbersit pertanyaan di benakmu, kawan, "Mengapa yang dipilih sebagai tokoh protagonisnya adalah pemulung? Koq bukannya tukang sampah atau mungkin profesi lain yang terkait dengan pungut memungut sampah?"

Jawabannya sederhana saja, karena meskipun sama-sama berkecimpung dalam dunia pungut memungut sampah pemulung tidak akan asal-asalan mengambil sampah sekalipun di depan matanya teronggok berpuluh-puluh kilo sampah. Pemulung hanya memungut sampah yang bisa mendatangkan manfaat ekonomis bagi dirinya (misalnya, botol air mineral, botol oli) sedangkan yang tidak mendatangkan nilai ekonomis bagi dirinya tidak akan dipungutnya. Berbeda dengan tukang sampah, ia akan mengambil apa saja mulai dari botol air mineral sampai dengan tulang kepala ikan yang entah apa manfaatnya untuk dirinya. Pokoknya asal sampah sikat saja lah, hajar bleh.

Jadi filosofi yang bisa ditarik dari sang pemulung ini adalah sikapnya yang selektif serta tidak asal-asalan. Bahkan saat dihadapkan dengan pilihan hal-hal yang buruk pun dia berusaha mencari yang terbaik. Bukannya seperti tukang sampah yang asal sampah main sikat main embat saja. Koq malah jadi mirip kucing garong ya??? Hahaha...

KAITANNYA DENGAN MENCARI PASANGAN?
Nah inlah dia mungkin bagian menariknya. Hehehe... Orang-orang di sekitar kita dewasa ini justru mencari pasangan hanya lebih karena desakan waktu (misalnya ingin cepat menikah karena sudah umur, bahkan seorang teman pernah menulis di statusnya "30 hari mencari cinta" hanya gara-gara ingin punya pacar yang memberinya coklat saat valentine day, dll.) atau karena faktor lingkungan sekitar (misalnya malu dibilang nggak gaul kalau belum punya pasangan, dll), kedua hal tersebut bila dirangkum dalam kata-kata yang lebih simpel menjadi "nafsu, ambisi & obsesi". Banyak orang mengabaikan hatinya (jangan kau lupakan kawan, pada dasarnya ini adalah urusan hati) serta terlalu berpegangan pada nafsu, ambisi & obsesi tersebut sehingga mereka cenderung berfilosofi tukang sampah, asal ada cowok atau cewek jomblo sikat saja bahkan yang tidak jomblo pun sering disikat juga. Nah lo...

Kalau caranya begitu tidak heran kalau dewasa ini booming yang namanya hubungan seumur toge (baru beberapa hari sudah bubar) atau selingkuh (yang lagi ngetrend banget nih). Logikanya karena sebelumnya meraka memilih pasangan atas dasar nafsu, ambisi & obsesi, saat mereka merasa menemukan pasangan dengan hatinya maka beralihlah mereka ke hubungan yang baru & meninggalkan yang lama. Tapi namanya juga baru merasa ya jadinya bisa benar atau bisa juga terperosok lagi pada kesalahan yang lama, selain itu batas antara menggunakan hati dengan nafsu, obsesi & ambisi memang tipis sekali.

IN THE END...
Sekalipun dimulai dengan dasar nafsu, obsesi & ambisi di dunia ini tidak ada orang yang memulai suatu hubungan dengan niat sejak awal untuk memutuskan hubungan tersebut pada suatu saat nanti (mungkin saja ada, tetapi menurut saya hanya orang yang tidak waras & sakit saja), karena itu putuskanlah untuk memulai suatu hubungan dengan hatimu. Jangan lupa dengan filosofi pemulung di atas, carilah pasangan yang terbaik yang bisa kamu dapatkan, sekalipun dihadapkan pada pilihan-pilihan yang terburuk tetap carilah yang terbaik. Kemudian pertimbangkanlah baik-baik dengan hatimu, mungkin akan sedikit makan waktu tapi kamu akan memperoleh sebuah hubungan yang jauh lebih baik daripada sebuah hubungan yang kamu pertimbangkan dengan nafsu, obsesi & ambisi.

Terjemahan:
* Mantanmu itu bagaimana tho? Cari cowok koq yang seperti itu, apa nggak ada yang lain? Kalau cari cowok tuh yang lebih bagusan daripada kamu. Jangan-jangan itu cuma gresek
** Gresek (bahasa jawa logat Semarang), artinya mencari sisa-sisa buangan di sepanjang jalan atau tempat sampah.

Menggoda Gairah

Minggu, 24 Mei 2009
Banyak cara dilakukan oleh pelaku usaha agar usahanya dikenal & selalu diingat oleh khalayak luas, salah satu caranya adalah dengan menggunakan nama yang unik bahkan cenderung aneh. Seperti halnya yang dilakukan oleh sebuah toko yang bergerak di usaha ponsel & Playstation di ruas jalan Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta di dalam foto berikut ini.


SINTESIS: Sistem Informasi Akademik yang Melayani & Menghargai

Jumat, 10 April 2009
Perkembangan teknologi informasi yang pesat dewasa ini nampaknya berhasil diikuti dengan baik oleh Fakultas Ekonomika & Busines (FEB), Universitas Gadjah Mada. Beberapa tahun lalu mahasiswa masih harus datang langsung ke kampus untuk mengisi KRS (Kartu Rencana Studi), melihat nilai-nilai mata kuliah, melihat KHS (kartu Hasil Studi), mengecek perolehan IPK serta berbagai macam hal-hal lain yang berhubungan dengan administrasi akademis.

Kemudian sejalan dengan kemajuan teknologi informasi dikembangkanlah Sistem Informasi Akademik (SIA), dimana melalui sebuah komputer mahasiswa bisa mengurus hal-hal yang berhubungan dengan administrasi akademis seperti yang sudah disebutkan di atas, Namun saat itu akses ke SIA hanya bisa dilakukan melalui komputer yang terhubung dengan komputer server FEB secara intranet. Dengan kata lain akses hanya bisa dilakukan melalui komputer yang ada di dalam kampus FEB-UGM. Koneksi melalui komputer yang berada di luar kampus FEB-UGM melalui jaringan internet masih belum dimungkinkan.

Namun sejak dua tahun belakangan ini FEB telah mengembangkan SIA baru yang dikenal dengan nama SINTESIS (Sistem Informasi Terpadu Fakultas Ekonomika & Busines). Sistem baru ini telah memungkinkan komputer yang berada diluar jaringan intranet FEB untuk mengakses SIA melalui internet. Keberadaan dari SINTESIS ini selain mempermudah civitas FEB-UGM dalam mengakses & mengelola administrasi akademis, sedikit banyak bisa jadi telah membuat FEB-UGM menuju sistem paperless office. Meskipun tidak mungkin bisa 100%.

Halaman login ke SINTESIS

SIA yang dapat diakses melalui website portal FEB-UGM di www.feb.ugm.ac.id atau langsung melalui http://academics.feb.ugm.ac.id ini diperuntukkan bagi seluruh civitas Fakultas Ekonomika & Busines, mulai dari dosen sampai dengan mahasiswa. Melalui SIA ini dosen dapat mengunggah materi perkuliahan untuk diunduh mahasiswa, bagian akademik juga dapat dengan mudah mengumumkan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan akademik melalui SIA, mahasiswa dapat membereskan administrasi-administrasi dimanapun mereka berada asal terkoneksi dengan internet, dan masih banyak lagi hal-hal lain yang bisa dilakukan menggunakan SIA.


Bercengkerama dengan SINTESIS.
Seiring dengan perkembangan, sejak pertengahan 2008 yang lalu SINTESIS juga telah merambah pelayanan melalui media layanan pesan singkat atau SMS. Apabila suatu ketika ada mata kuliah yang ditiadakan atau diganti pada hari lain, maka mahasiswa yang nomor ponselnya telah terdaftar ke server SINTESIS akan menerima SMS dengan format sebagai berikut:
"FEB-UGM: Kuliah (nama mata kuliah) hari (nama hari) (tanggal) (jam) (no. ruang) ditiadakan, dan akan diganti pada hari (nama hari) (tanggal) (jam) (no. ruang)"
Meskipun belum sempurna, karena terkadang ada pengumuman kuliah pengganti yang terlewat tidak diumumkan, namun Saya pribadi cukup menyukai layanan SMS broadcast ini. Karena sudah diumumkan melalui SMS saya tidak perlu kecele datang ke kampus karena tidak tahu bahwa kuliah yang akan Saya ikuti ditiadakan.

Awal semester ini juga menjadi pengalaman bercengkerama dengan SINTESIS yang saya rasa tidak akan mudah dilupakan. Pengalaman itu tidak lain adalah pengalaman entry KRS. Saat itu Saya sedang berada di rumah Saya di ibukota Jawa Tengah, Semarang, 160 km di sebelah utara kota Yogyakarta.

Tanpa harus repot-repot datang ke kampus, cukup dengan duduk di depan PC, entry KRS bisa saya selesaikan dengan baik. Sementara tangan kanan saya mengenggam mouse dan tangan kiri memegang ponsel, Saya melakukan koordinasi dengan sahabat-sahabat saya yang "berjuang" di lapangan.

Bak seorang pialang saham yang meneriakkan "jual" atau "beli", saya mengomando teman-teman untuk drop atau ambil mata kuliah tertentu dengan dosen favorit. Sambil mengomando Saya juga menerima informasi mengenai perkembangan mata kuliah yang ditawarkan, dosen yang mengajar & sisa kuota dari rekan-rekan yang lain melalui SMS, Yahoo! Messenger, dan Facebook. Informasi yang cepat sangatlah penting mengingat kami juga harus mengambil mata kuliah tertentu yang diajar oleh dosen favorit. Ini berarti bila terlambat menerima informasi bisa-bisa kami tidak kebagian kuota, dan harus mengambil mata kuliah yang sama yang tidak diampu oleh dosen favorit atau yang terparah harus mengambil mata kuliah tersebut semester depan.

Setelah 3 hari berturut-turut duduk di depan PC mulai dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore serta bertingkah bak seorang pialang saham yang sedang berada di lantai bursa, akhirnya entry KRS berhasil diselesaikan. Saya berhasil memperoleh semua mata kuliah plus dosen favorit yang saya inginkan di semester yang sedang saya jalani ini. Seandainya saja FEB-UGM tidak mengembangkan SINTESIS, Saya rasa Saya tidak akan merasakan pengalaman seperti di atas.

Kejutan dari SINTESIS
Saat Saya terbangun dari tidur pada hari ulang tahun saya 6 April lalu, saya lantas melihat ke ponsel saya untuk mengetahui pukul berapa saat itu. Ternyata pagi itu sudah masuk cukup banyak SMS ke ponsel saya, isinya apalagi kalau bukan mengucapkan selamat ulang tahun. Sebagian besar berasal dari sahabat-sahabat & keluarga Saya, namun saat semakin ke bawah saya baca SMS tersebut ada satu yang cukup mengejutkan. Ya saya menerima SMS dari FEB-UGM, mulanya Saya pikir adalah SMS tentang kuliah pengganti atau sejenisnya. Namun ternyata adalah SMS berisi ucapan selamat ulang tahun pada Saya.

"FEB-UGM:Hallo BENNY PUDJIASTANTO, kami dr FEB-UGM mngucapkan slamat ulang tahun, smoga sehat slalu dan cepat lulus :)"

Benar-benar hal yang tidak saya sangka karena tahun-tahun sebelumnya tidak sekalipun saya pernah menerima ucapan selamat ulang tahun dari FEB-UGM. Terlintas dalam pikiran saya bagaimana suasana di kantor akademik saat ada mahasiswa FEB-UGM yang berulang tahun ya? Dalam bayangan saya saat semua karyawan bagian akademik datang ke kantor tiba-tiba layar LCD memunculkan nama mahasiswa yang berulang tahun pada hari itu & sistem membunyikan sirene memberitahukan peristiwa tersebut. Kemudian sebagian besar karyawan menari-nari menggoyangkan badan serta tangannya ke depan dan ke belakang tanpa ekspresi bak sebuah iklan rokok di televisi, sementara itu salah seorang karyawan mengetik pesan singkat di atas dan mengirimkannya ke ponsel Saya.

Tentu saja yang terjadi tidak seheboh seperti yang saya bayangkan di atas, namun secara garis besar pasti ada sebuah sistem yang menyimpan database profil mahasiswa yang kemudian mencocokan tanggal hari & bulan kelahiran mahasiswa dengan tanggal hari & bulan saat itu. Dan apabila ada kecocokan secara otomatis memberitahukan bahwa hari itu ada mahasiswa yang berulang tahun kepada karyawan yang bertugas mengetik serta mengirimkan pesan singkat pada para mahasiswa.

Sebagian dari Anda mungkin berpikir "Ah cuma ucapan selamat ulang tahun begitu saja, nothing special", tapi dalam pandangan saya pribadi ini adalah suatu langkah kemajuan bagi FEB-UGM pada umumnya & SINTESIS pada khususnya. SINTESIS telah menjadi sistem yang tidak hanya melayani namun juga menghargai civitas FEB-UGM sebagai pengguna. Bila kita analogikan SINTESIS sebagai seorang pelayan restoran, Anda lebih suka pelayan yang seperti apa? Pelayan yang sekedar mencatat pesanan Anda serta mengantarkan tanpa ada sedikit pun interaksi (mungkin sekedar mengucapkan "selamat menikmati") dengan Anda, atau pelayan yang ramah yang berinteraksi dengan Anda dalam melaksanakan tugasnya mencatat pesanan Anda serta menyajikan ke hadapan Anda? Semua itu tergantung selera Anda, Saya pribadi lebih suka dengan tipe pelayan yang kedua terlebih lagi bila Saya adalah pelanggan tetap di restoran tersebut.

Apa Bedanya...

Rabu, 18 Maret 2009
Alkisah di suatu deretan antrian loket karcis sebuah bioskop.
cowok 1: Mas, kamu colek pantat saya ya?
cowok 2: Nggak, Mas.
Selang waktu tak lama kemudian, cowok 1 merasa pantatnya dicolek lagi.
cowok 1: Mas, maunya apa seh? Colek-colek terus
cowok 2: Bukan saya, Mas. (sok innocent)
Tak berapa lama kembali cowok 1 merasa pantatnya dicolek. Kali ini dia sudah benar-benar naik pitam.
cowok 1: Mas, situ homo ya!? (nada tinggi)
cowok 2: Nggak, Mas. Aku nggak homo, yang homo tu cowokku.
cowok 1: ...... (merinding)

An Ordinary Love Story

Lagi-lagi saya mendapatkan sebuah kisah yang menarik saat membuka arsip-arsip lama dari mailing list SMA Negeri 3 Semarang '04 (alste04@yahoogroups.com). Saya rasa kisah ini cukup menarik untuk ditampilkan & menjadi bahan renungan bagi para pembaca sekalian. Dengan sedikit perbaikan pada ejaan dan tata bahasa, saya tampilkan kembali kisah tersebut kepada pembaca sekalian. Selamat menikmati, semoga bermanfaat.

Suami saya adalah seorang jurnalis, saya mencintai sifatnya yang spontan dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika bersandar dibahunya.


3 tahun dalam masa perkenalan dan 2 tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa letih, lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya
seorang wanita yang sentimental dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak kecil yang senantiasa mengharapkan belaian ayah dan ibunya. Tetapi, semua itu tidak pernah saya peroleh. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan.

Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam perkawinan kami telah mematahkan semua harapan saya terhadap cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan penceraian.

"Mengapa?", tanyanya dengan nada terkejut.

"Dinda letih, Abang tidak pernah mencoba memberikan cinta yang dinda inginkan."

Dia diam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, nampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang lelaki yang tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?

Dan akhirnya dia bertanya.

"Apa yang bisa Abang lakukan untuk mengubah pikiran Dinda?"

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan perlahan.

"Dinda ada 1 pertanyaan, kalau Abang menemukan jawabannya didalam hati dinda maka dinda akan mengubah pikiran Dinda."

"Seandainya, Dinda menyukai sekuntum bunga cantik yang ada ditebing gunung dan kita berdua tahu jika Abang memanjat gunung-gunung itu, Abang akan mati. Apakah yang Abang akan lakukan untuk Dinda?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Abang akan memberikan jawabannya esok.", hati saya terus gundah mendengar jawabannya itu.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan:

'Sayangku, Abang tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi izinkan Abang untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama itu menghancurkan hati saya. Namun, saya masih terus ingin membacanya.

"Dinda boleh mengetik dikomputer dan selalu mengusik program didalamnya dan akhirnya menangis di depan monitor, Abang harus memberikan jari-jari Abang untuk membantu Dinda memperbaiki program tersebut."

"Dinda selalu lupa membawa kunci rumah ketika keluar rumah, dan Abang harus memberikan kaki Abang untuk menendang pintu agar kita berdua bisa masuk ke dalam rumah"

"Dinda selalu tersesat saat jalan-jalan di shopping center bahkan ada kalanya Dinda tersesat di tempat-tempat yang Dinda tidak tahu namanya, Abang harus mencari dinda dari satu tempat ke tempat yang lain untuk membawa dinda kembali ke rumah."

"Dinda selalu pegal-pegal sewaktu 'teman baik' dinda datang setiap bulan, dan Abang harus memberikan tangan Abang untuk memijit dan mengurut kaki Dinda yang pegal itu."

"Dinda lebih suka duduk di rumah, dan Abang selalu risau kalau-kalau dinda menjadi bosan. Dan Abang harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburkan hati dinda dirumah atau meminjamkan lidah Abang untuk menceritakan hal-hal lucu yang Abang alami."

"Dinda selalu menatap komputer, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan mata dinda, Abang harus menjaga mata Abang agar ketika kita tua nanti, abang dapat menolong mengguntingkan kuku dinda dan memandikan Dinda."

"Tangan Abang akan memegang tangan Dinda, membimbing menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah dinda."

"Tetapi sayangku, Abang tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena Abang tidak sanggup melihat airmatamu mengalir menangisi kematian Abang."

"Sayangku, Abang tahu, ada banyak orang yang mencintaimu lebih daripada cinta Abang kepada Dinda."

"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan oleh tangan, kaki & mata Abang tidak cukup bagi Dinda. Abang tidak akan menahan Dinda mencari tangan, kaki dan mata lain yang dapat membahagiakan Dinda."

Airmata saya jatuh ke atas tulisannya hingga membuat tintanya menjadi luntur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya lagi.

"Dan sekarang, Dinda telah selesai membaca jawaban Abang. Jika dinda puas dengan semua jawaban ini dan tetap menginginkan Abang tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita. Abang sekarang sedang berdiri di luar sana menunggu jawaban dinda."

"Tetapi, jika dinda tidak puas, Sayangku... biarkan Abang masuk untuk mengemasi barang-barang Abang. Abang tidak akan menyulitkan hidup dinda. Percayalah, kebahagiaan Abang adalah bila Dinda bahagia."

Saya tertegun. Saya pun menoleh memandang pintu rumah yang sedang tertutup rapat. Lalu saya segera berlari membukakan pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah gusar sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.

Kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam "wujud" yang kita inginkan, maka cinta itu telah hadir dalam "wujud" yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Bagaimana pembaca sekalian? Adakah yang bisa Anda tarik dari kisah di atas?

Fakta Tentang Coca Cola #2

Saat sedang asyik membaca-baca e-mail dari salah satu alamat e-mail kepunyaan saya, lagi-lagi saya menemukan hal yang menarik. Tulisan berikut ini & yang sebelumnya bukanlah dimaksudkan untuk mendiskreditkan Coca Cola, namun lebih diperuntukkan untuk memperluas pengetahuan pembaca sekalian & menambah kewaspadaan (khususnya pada artikel ini) terhadap bahaya potensial yang mungkin ada di sekitar kita.

Berikut ini adalah foto-foto yang menunjukkan percobaan pencampuran Coca Cola dengan Mentos (salah satu merek permen mint)

Nah, sekarang bisa Anda bayangkan apa yang terjadi jika reaksi tersebut terjadi di dalam tubuh Anda. Pada foto di atas yang menjadi percobaan adalah Coca Cola dengan embel-embel "Light", apa jadinya jika yang menjadi percobaan adalah Coca Cola yang reguler?

Mengingat kedua produk di atas (Mentos & Coca Cola, dan produk lain yang sejenis) juga banyak beredar secara luas di Indonesia, ada baiknya Anda meningkatkan kewaspadaan. Terutama apabila Anda memiliki anak yang masih kecil dan belum paham akan hal-hal seperti ini, karena dalam e-mail yang saya terima disebutkan juga di luar negeri sudah ada korban akibat makan permen Mentos & minum Coca Cola secara bersamaan. Coca Cola kalau dicampur Mentos (apalagi Bodrex) ternyata brrrrrrrrrbahayaaa......